PELUANG KARIER ALUMNI BPI

Lulusan Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) dipersiapkan untuk menjadi tenaga profesional yang memiliki kompetensi dalam bidang dakwah, bimbingan, penyuluhan, dan pendampingan masyarakat berbasis nilai-nilai Islam. Dengan kombinasi penguasaan ilmu keislaman, komunikasi, serta teknik konseling, alumni BPI memiliki peluang berkarier di berbagai bidang yang berorientasi pada pembinaan individu maupun masyarakat. Beberapa prospek karier tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Penyuluh Agama Islam
Penyuluh Agama Islam berperan sebagai fasilitator dan pendamping masyarakat dalam meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran Islam. Melalui kegiatan penyuluhan, pembinaan keagamaan, serta edukasi sosial-keagamaan, profesi ini berkontribusi dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya.

2. Pendakwah
Pendakwah merupakan aktor dakwah yang menyampaikan nilai-nilai dan ajaran Islam kepada masyarakat secara persuasif, edukatif, dan kontekstual. Dakwah tidak hanya dilakukan melalui mimbar keagamaan, tetapi juga melalui berbagai ruang sosial dan media digital, sehingga pesan Islam dapat tersampaikan secara relevan dengan dinamika kehidupan masyarakat modern.

3. Guru Bimbingan dan Konseling
Guru Bimbingan dan Konseling berperan dalam memberikan layanan bimbingan kepada peserta didik di lingkungan pendidikan. Peran ini meliputi membantu siswa dalam pengembangan potensi diri, pembentukan karakter, serta pendampingan dalam menghadapi berbagai persoalan pribadi, sosial, maupun akademik secara profesional dan edukatif.

4. Konselor
Konselor merupakan tenaga profesional yang memberikan layanan konseling kepada individu atau kelompok dalam menghadapi berbagai permasalahan psikologis, sosial, dan spiritual. Dalam konteks BPI, proses konseling dilakukan dengan pendekatan yang integratif, memadukan prinsip-prinsip konseling modern dengan nilai-nilai spiritualitas Islam untuk membantu klien mencapai kesejahteraan mental dan kehidupan yang lebih seimbang.

IKHTIBAR SYAMIL (UJIAN KOMPREHENSIF) MAHASISWA BPI

Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) STAI As-Sunnah Deli Serdang tengah melaksanakan Ujian Komprehensif sebagai salah satu tahapan akademik penting bagi mahasiswa tingkat akhir. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses evaluasi menyeluruh terhadap capaian pembelajaran mahasiswa sebelum memasuki tahap penyusunan dan ujian skripsi.

Melalui pelaksanaan ujian komprehensif ini, Prodi BPI STAI As-Sunnah Deli Serdang menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten, berakhlak, dan siap berkontribusi dalam pelayanan keagamaan serta pembinaan masyarakat secara profesional.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat melangkah ke tahap akhir studi dengan lebih percaya diri dan matang secara akademik maupun kepribadian.

Beberapa langkah lagi S.Sos.
Semangat…
Barakallahu fiikum…

Mahasiswa BPI Tuntaskan Pelatihan “Penyuluh Agama Islam: Antara Peluang dan Tantangan”

Deli Serdang — Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) sukses menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Penyuluh Agama Islam: Antara Peluang dan Tantangan” sebagai bagian dari ikhtiar strategis dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi realitas dakwah kontemporer. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kompetensi sekaligus refleksi akademik atas peran penyuluh agama Islam di tengah dinamika sosial, digitalisasi, dan perubahan pola keberagamaan masyarakat.

Pelatihan ini menghadirkan Ustadz Arfandi Setiawan, yang merupakan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Serdang Bedagai.

Dalam pemaparannya, Ustadz Arafanfi Setiawan menegaskan bahwa profesi Penyuluh Agama Islam memiliki peluang yang sangat luas, baik dalam lingkup kelembagaan maupun pemberdayaan masyarakat. Penyuluh tidak hanya bertugas menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga berperan sebagai pendamping umat, mediator problem sosial-keagamaan.

Dalam penyampaiannya, beliau memaparkan data faktual terkait kebutuhan Penyuluh Agama Islam secara nasional. Beliau menyampaikan bahwa jumlah penyuluh PNS sekarang 5.458, sedangkan PPPK berjumlah 24.393, sementara jumlah ideal adalah 71.000. Data tersebut menggambarkan besarnya peluang bagi Penyuluh Agama Islam ke depan.

Beliau juga menegaskan bahwa terlebih sekarang sudah ada aturan baru bahwa di setiap kecamatan ada penyuluh haji dan umrah. Hal ini semakin memperluas ruang pengabdian sekaligus membuka peluang karier yang lebih besar bagi para lulusan yang memiliki kompetensi di bidang Bimbingan dan Penyuluhan Islam.

#penyuluh Agama Islam
#Da‘i
#Pendakwah
#Dakwah
#sunnahrasul

Mahasiswa Melakukan Penyuluhan di Dalu 10

Mahasiswa Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) STAI As-Sunnah Deli Serdang melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan di Desa Dalu 10, Kecamatan Tanjung Morawa, sebagai bagian dari rangkaian Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Kegiatan ini menjadi ruang implementasi keilmuan yang telah diperoleh di bangku perkuliahan, sekaligus bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat. Dalam suasana yang hangat dan komunikatif, mahasiswa menyampaikan materi penyuluhan yang relevan dengan kebutuhan warga, mulai dari penguatan pemahaman keagamaan, pembinaan akhlak keluarga, hingga edukasi sosial keislaman yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada proses pendampingan dan dialog partisipatif bersama masyarakat. Mahasiswa dilatih untuk hadir sebagai calon penyuluh agama Islam yang responsif, solutif, dan mampu membaca dinamika sosial di tengah masyarakat. Melalui PPL ini, Prodi BPI STAI As-Sunnah Deli Serdang menegaskan komitmennya dalam menyiapkan kader penyuluh yang profesional, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

PELANTIKAN HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI (HMPS) BPI 2025/2026

HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI (HMPS) BPI 2025/2026

Pelantikan pengurus baru Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) merupakan momentum penting dalam menjamin keberlanjutan roda organisasi kemahasiswaan di tingkat program studi. Kegiatan ini menandai proses regenerasi kepemimpinan yang sah dan terstruktur, sekaligus sebagai bentuk legitimasi institusional terhadap kepengurusan baru agar dapat menjalankan tugas, fungsi, dan tanggung jawab organisasi secara formal. Melalui pelantikan, arah gerak HMPS BPI dapat diselaraskan dengan visi keilmuan, akademik, dan pengembangan soft skill mahasiswa BPI secara berkelanjutan.

Adapun manfaat pelantikan pengurus baru HMPS BPI antara lain memperkuat kapasitas kepemimpinan, manajerial, serta kemampuan berorganisasi mahasiswa sebagai calon lulusan yang berperan sebagai penyuluh Islam di tengah masyarakat. Selain itu, HMPS menjadi wadah strategis dalam mengembangkan program-program keilmuan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan yang relevan dengan kompetensi Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam. Dengan kepengurusan yang aktif dan terarah, HMPS BPI diharapkan mampu menjadi mitra konstruktif program studi dalam menciptakan iklim akademik yang dinamis, produktif, dan berdaya saing.

Buat kamu yang suka dunia organisasi, yuuk gabung bersama kami di Prodi S1 Bimbingan Penyuluhan Islam STAI As-Sunnah Deli Serdang..

Baarakallahu fiikum..

PPL DI KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) TANJUNG MORAWA

Mahasiswa Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam melaksanakan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanjung Morawa. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami dinamika pelayanan keagamaan dan administrasi keislaman di tingkat kecamatan, sekaligus memperkuat kompetensi praktis mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat.

Pelaksanaan PPL di KUA Tanjung Morawa selaras dengan salah satu profil lulusan Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam, yaitu sebagai Penyuluh Agama Islam. Melalui keterlibatan langsung dalam aktivitas kepenyuluhan, bimbingan keagamaan, serta pelayanan umat, mahasiswa diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai profesionalitas, komunikasi dakwah, dan tanggung jawab sosial yang menjadi karakter utama seorang penyuluh agama.

Guru Merupakan Tugas Yang MULIA

Mengajarkan ilmu yang bermanfaat kepada murid. Mencerdaskan kehidupan bangsa, biiznillah Tabaraka Wa Ta’ala. Guru merupakan tugas yang mulia dalam Islam. Melalui peran inilah ilmu yang bermanfaat diajarkan dan diamalkan, sebagaimana tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah. Seorang guru tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membimbing dengan keteladanan, adab, dan keikhlasan agar ilmu tersebut menjadi cahaya bagi peserta didik.

Dengan amanah tersebut, guru mengambil bagian besar dalam mencerdaskan kehidupan umat dan bangsa. Upaya ini menjadi bentuk ibadah yang bernilai pahala ketika dilandasi niat yang lurus dan mengikuti manhaj yang benar, biiznillah Tabāraka wa Ta‘ālā.

Foto : Ustadz Dian Amanda Nasution, S.Sos.
Guru SMP Imam Syafi’i Boarding School Natuna Kepulauan Riau
Alumni Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam STAI As-Sunnah Deli Serdang

SEMANGAT BELAJAR DAN TAWAKKAL

Kunci sukses belajar adalah semangat yang menggebu-gebu untuk mendapatkan ilmu, siang malam membaca, menulis, mengahafal. Yang selanjutnya adalah menyerahkan hasil kepada Allah.

Allah berfirman :

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

Artinya (Indonesia):
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat kebaikan.”QS. Al-‘Ankabut 29: 69.

Semoga semua lulus dengan hasil terbaik.

Foto : Mahasiswa selesai hari pertama UAS Ganjil 2025/2026

DOSEN BPI MENJADI PRESENTER PADA KONFERENSI INTERNASIONAL YANG DISELENGGARAKAN KAMPUS SIROJUL FALAH BOGOR

Salah satu dosen mengikuti konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Kampus Sirojul Falah Bogor dengan berperan sebagai presenter. Dalam kegiatan tersebut, dosen menyampaikan makalah ilmiah di hadapan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan latar belakang keilmuan. Konferensi ini menjadi forum akademik untuk penyampaian hasil penelitian serta pertukaran gagasan secara ilmiah dalam lingkup internasional.

Keikutsertaan dosen sebagai presenter memiliki relevansi penting dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi karena merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek penelitian dan pengembangan keilmuan. Melalui kegiatan konferensi, dosen menjalankan peran akademiknya secara profesional, sekaligus memperkuat budaya riset dan diskusi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi. Aktivitas ini juga berkontribusi pada peningkatan kualitas akademik yang berdampak pada proses pembelajaran dan pengembangan institusi.